Mbah Saimin, warga Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. hidup sebatang kara, cacat fisik dan tinggal dibekas bangunan kamar mandi
pria yang diperkirakan berusia lebih seabad ini tak pernah memelas atau mengemis makanan. Ia akan makan bila ada kiriman dari warga. Samidi,pemilik lahan yang ditempati Mbah Saimin mengatakan pernah mengajak Mbah Saimin untuk tinggal bersamanya di rumah barunya,namun Mbah Saimin menolak dengan halus ajakan tersebut.
Jika tidak, untuk sementara waktu ia mengganjal rasa lapar diperutnya dengan air. Uniknya, Saimin tak pilih-pilih memilih air. Air diwadah kotor pun tak segan ia minum. Seperti air bekas untuk mencucui piring, atau air yang ditampung di botolnya yang dipenuhi lumut.
Di waktu malam,Saimin kerap nembang jawa (macopat), bercerita layaknya dalang wayang kulit hingga hari menjelang pagi. Seolah menikmati dan ingin mengusir rasa sepi yang menyergapnya.
Lantas apa sebenarnya alasan Saimin memilih hidup dibekas kamar mandi rumah majikannya sejak delapan tahun silam ini? Kakek yang mengaku pernah dipaksa oleh Jepang untuk menjadi tentara PETA ini, menjawab dengan singkat."Wes kadung mancep jeru ning kene (Sudah terlanjur menetap lama disini,red)," jawab Saimin singkat, dengan bahasa Jawa, Jumat (29/11/2011).
Mungkin saja tempat itu memiliki kenangan dan sangat berarti bagi Mbah Saimin. Hingga membuat dirinya berat untuk meninggalkan tempat tersebut.
Duniaproduk.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar